Hanya Mahasiswa Kaya di Tunisia?

Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi baik di universitas, institut atau akademi. Mereka yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi dapat disebut sebagai mahasiswa. Tetapi pada dasarnya makna mahasiswa tidak sesempit itu. Terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi hanyalah syarat administratif menjadi mahasiswa, tetapi menjadi mahasiswa mengandung pengertian yang lebih luas dari sekedar masalah administratif itu sendiri. Kemahasiswaan berasal dari sub kata mahasiswa, sedangkan mahasiswa terbagi lagi menjadi dua suku kata yaitu maha dan siswa. Maha artinya “ter” dan siswa artinya “pelajar” jadi secara pengartian mahasiswa artinya terpelajar,  maksudnya bahwa seorang mahasiswa tidak hanya mempelajari bidang yang ia pelajari tapi juga mengaplikasikan serta mampu menginovasi dan berkreatifitas tinggi dalam bidang tersebut. Menyandang gelar mahasiswa merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan. Betapa tidak, ekspektasi dan tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa begitu besar. Mahasiswa adalah Seorang agen pembawa perubahan. Menjadi seorang yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh suatu masyarakat bangsa di berbagai belahan dunia.

Negara Timur Tengah seringkali menjadi pilihan banyak calon mahasiswa Indonesia dalam memilih melanjutkan pendidikan menuju perguruan tinggi atau Universitas. Beberapa negara yang sering menjadi impian pelajar Indonesia adalah Mesir, Maroko, Saudi, Madinah, Yaman, Turki, Sudan dan tanpa terkecuali Tunisia. Meski negara Tunisia masih asing di telinga warga Indonesia tetapi ia kerap menjadi list negara tujuan dalam menimba ilmu.

Namun tampaknya Tunisia kerap di gadang-gadang sebagai salah satu negara Timur Tengah yang cukup mahal apabila di tinggali oleh seorang mahasiswa. Bagaimana tidak, dari banyaknya negara Timur Tengah atau kerab kita menyebutnya timteng, Tunisia termasuk negara dengan kurs yang tinggi. Meski tidak semahal Yaman atau Saudi, 2 negara tersebut memang sangat mahal tetapi siapapun yang kuliah di sana dijamin dengan beasiswa. Sedangkan Tunisia sangat susah mencari beasiswa. Mengingat sejak tahun 2011 Indonesia memutuskan Memorium Of Understanding (MOU) yaitu kerja sama beasiswa dengan Tunisia itu sendiri. Berbeda hal nya dengan negara Mesir yang sangat mudah dalam mencari Minhah atau Musa’adah (beasiswa).

Sekarang mari kita menghitung biaya hidup di Tunisia yang mahal, katanya.

  • Biaya rumah ada 2 tipe : yang pertama, rumah biasa (kost) itu 1 bulan 100 DT atau sekitar 536.000 belum termasuk listrik, air, wifi yang biasanya di bayarkan selama kurang lebih 3 bulan sekali. Yang kedua, mabit (asrama) itu 1 tahun 50 DT atau sekitar 268.000. Mahasiswa Indonesia seringnya atau hampir semua memilih tinggal di rumah biasa atau kost mengingat mabit yang letaknya jauh dari kampus sehingga membutuhkan biaya transportasi sekaligus mabit terlalu banyak di tinggali oleh mahasiswa Tunis sehingga tidak kondusif dan tidak nyaman untuk belajar.
  • Biaya makan : yang pertama, ada math’am jami’ (kantin bersama) kantin surganya mahasiswa dengan satu porsinya 200 milim atau sekitar 1.500-2000 dengan makanan Tunis, yoghurt, dilengkapi dengan dissert. Yang kedua, dengan memasak bahan makanan pokok dengan belanja ke pasar. Karena bahan-bahan di pasar sangat murah di bandingkan dengan Indonesia, dan mahasiswa Indonesia biasanya membayar iuran rumah dalam memasak sebesar 20/30 DT perbulan atau sekitar 107.200/160.800 dengan makan 2/3 kali sehari. Yang ketiga, jajan makanan Tunis seperti Malawi, Chappati, Sawarma yang kurang lebih harganya 2 DT atau 10.800.
  • Biaya kebutuhan sekunder : sepatu, baju, tas, itu lebih mahal daripada di Indonesia. 1 baju biasa sekitar 25-40 DT atau 134.000-214.400. Sepatu 35 DT atau 187.600 paling standar.
  • Biaya transportasi : yang pertama, Taxi yang argonya di mulai dari 500 milim misalkan 5 km itu sekitar 6-7 DT. Yang kedua, Bus dengan 300-750 milim atau sekitar 4000. Yang ketiga, Kereta atau semacam KRL di Indonesia dengan 700-1,6 DT atau 3.500-9.000. yang ke empat, Luaj atau semacam angkot dengan 1,5 DT atau sekitar 7.000
  • Biaya pendidikan : S1 dalam setahun 60 DT atau 321.600, S2 dalam setahun

Perspektif orang mengenai mahal memang berbeda, tetapi ketika melihat rincian biaya hidup di Tunisia secara keseluruhan seharusnya bisa mematahkan ungkapan hanya mahasiswa kaya di Tunisia karena pada faktanya hidup di Tunisia tidak semahal yang di katakan banyak orang. Kalau memang masih ragu, atau mungkin bingung dengan rincian biaya di atas. Cobalah untuk menghitung sendiri dengan mencari tahu 1 DT berapa Rupiah. Lalu coba untuk mengkalikan sendiri dari DT ke Rupiah.

Semoga tulisan ini bisa menjawab atau meyakinkanmu yang masih bimbang untuk kuliah atau hidup di Tunisia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *