Ole777

OLE777 Login

PPI TUNISIA

PPI Tunisia menjadi candradimuka jati diri kemahasiswaan: dua Mahasiswa Indonesia di Tunisia raih nilai tertinggi di Universitas Az-Zaitunah

Sebagai keluarga, tentulah bahagia jikalau ada salah satu anggotanya meraih prestasi yang membuat nama keluarganya itu harum. Ini terjadi sekarang pada lingkungan PPI Tunisia yang dinahkodai Ahmad Hasya Akbar dan Anwar Ibrahim Pulungan.

‘Atiqah Zia Lathifah dan Alasti Elva Mentari merupakan dua mahasiswa peraih nilai tertinggi pada bidang studinya di Universitas Az-Zaitunah. ‘Atiqah menjadi peraih nilai tertinggi di jenjang tahun pertama Fakultas Hadhoroh Islamiyyah. Sedangkan, Alasti menjadi peraih nilai tertinggi di jenjang tahun kedua magister jurusan Teologi fakultas Hadharah Islamiyyah.

Mereka berdua meraih nilai tertinggi pada bidangnya melalui persaingan dengan banyaknya mahasiswa mancanegara dan lokal Tunisia. Apresiasi penuh dari PPI Tunisia bagi mereka berdua karena telah mengharumkan nama mahasiswa Indonesia di Tunisia. Apresiasi penuh juga dari PPI Tunisia bagi yang sudah lulus ke jenjang berikutnya pada tahun perkuliahan dan serius dalam proses belajarnya.

Kepedulian PPI Tunisia akan hal ini, ditunjukkan dengan menggerakkan mahasiswanya agar belajar dan saling mengajarkan antar sesama mahasiswa. Dengan menyediakan komunitas-komunitas ilmiah juga, PPI Tunisia memberikan ruang diskusi pada ilmu pengetahuan yang diperoleh dari dalam maupun luar kampus.

PPI Tunisia selalu optimis dalam berbagai aspek terhadap keluarga yang ada didalamnya. Oleh karena itu, PPI Tunisia tak pernah menyia-nyiakan momentum dengan cara membiasakan mahasiswa untuk selalu melakukan tritradisinya yaitu membaca, menulis, dan berdiskusi. Juga, dengan PPI Tunisia menjadikan salah satu
asasnya melalui ungkapan cendekiawan Tunisia, Ibnu Khaldun yang berbunyi: “الإنسان مدني بالطبع” , PPI Tunisia menjadi organisasi mahasiswa yang bergerak menuju pemenuhan salah satu tabi’at manusia melalui dirangkulnya para mahasiswa dan menjadi fasilitator diantara mereka agar terjadinya gerakan gotong royong.

Ahmad Hasya Akbar dan Anwar Ibrahim Pulungan yang sekarang menahkodai kapal PPI Tunisia selalu berusaha untuk menjadi uswah hasanah bagi keluarganya PPI Tunisia dan menggerakkan para mahasiswa untuk perlahan-lahan membentuk jati diri mereka dengan identitas kemahasiswaan.

Dengan ini, kisah legenda candradimuka yang dikisahkan sebagai tempat penggemblengan hingga terbentuknya karakter dan jati diri gatot kaca yang kuat, perlahan-lahan terdapat pada dunia nyata yang diwakilkan oleh PPI Tunisia yang menjadi ciri tempat penggemblengan mahasiswa yang dirangkulnya demi
mengharumkan identitas dan jati diri kemahasiswaan.

Nabilah Azzahra Jamaluddin, Mahasiswi Universitas Az-Zaitunah Tunisia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *