Ole777

OLE777 Login

PPI TUNISIA

Seminar Milad PPI Tunisia bahas bagaimana agama memandang kita sebagai manusia

Mengusung tema Agama dan Kemanusiaan, perayaan milad PPI Tunisia ke-30 menjadi momentum perenungan terkait bagaimana agama memandang kita sebagai manusia. Pemateri seminar, Diah Fitriyani, S.Pd., Lc., MA. – Lulusan S2 di Universitas Az-Zaitunah, Tunisia turut membahas hal ini secara mendalam pada seminar yang diadakan di Aula Fakultas Ushuluddin, Universitas Az-Zaitunah pada Minggu (25/2/2024).

Dalam sesi seminarnya, Diah memaparkan bahwa Allah SWT. menciptakan berbagai jenis makhluk seperti malaikat, jin, tumbuhan, bebatuan, gunung, arsy, kursiy dan semuanya merupakan makhluk Allah. Istimewanya, Allah SWT. menjadikan manusia sebagai makhluk yang terbaik (خير الخلق).

Pernyataan tersebut diikuti beberapa pendapat. Ada yang mengatakan karena manusia diciptakan lengkap bukan hanya secara fisiknya saja, tetapi juga dibekali akal, fikiran dan hawa nafsu juga. Lebih mendalam lagi, alasan disebutnya manusia sebagai makhluk terbaik dan mulia adalah karena Allah menciptakan Rasulullah SAW. dari golongan manusia. Rasulullah SAW. merupakan makhluk terbaik, bukan hanya manusia terbaik.

Diah menegaskan tentang mulianya kedudukan manusia di sisi Allah SWT. namun dewasa ini, masih banyak kita jumpai kasus-kasus kejahatan pada manusia yang bahkan lebih rendah daripada hewan. Kejadian ini ternyata sudah dipertanyakan oleh para filsuf, ulama dan ilmuwan terdahulu terkait fitrah manusia.

Dalam hal ini, Diah mengutip pendapat Syaikh Thahir Ibn ‘Asyur yang terdapat di kitab Maqashid Syariah Bab Fitrah bahwa pada aslinya sifat manusia itu baik karena hal ini yang paling sesuai dengan tugas kekhalifahan yang telah dibebankan kepada manusia untuk menjaga bumi ini.

Pada akhir sesi seminarnya, Diah berpesan kepada semua peserta untuk menjaga bumi, menyadari betapa mulianya kita sebagai manusia dan menyadari tujuan kita sebagai manusia adalah untuk mendapat cinta Allah SWT.

“Untuk mendapat cintanya Allah SWT., kita harus mencintai yang paling dicintai Allah SWT. yaitu Rasulullah SAW., selanjutnya untuk mendapat cinta Rasullah SAW. kita juga harus mencintai yang paling dicintainya, yaitu umatnya. Maka, apapun tidak sukanya kita terhadap seseorang, harus tetap melihat semua itu dengan cinta, memandangnya sebagai umat Rasulullah SAW.” pungkasnya.

Nurhayyu Ratu Nadiyya Putri Syami, Reporter Milad PPI Tunisia Ke-30

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *