Ole777

OLE777 Login

PPI TUNISIA

“Sunset”, Ciptaan Tuhan yang Memulihkan Energi Positif

Libur sejenak diantara sela-sela dari rangkaian ujian kampus yang mumet bagi saya adalah angin segar yang harus dirasakan. Melewati hari demi hari tanpa refleksi. Tumpukan kertas-kertas materi kampus, alarm berdering, kertas ujian menghampiri, bulan bersinar di malam hari, dan begitu seterusnya. Berlalu begitu saja.

Mungkin, saya kerap tidak sadar, bahwa Tuhan menciptakan alam semesta tidak begitu saja, akan tetapi terdapat makna yang sangat dalam sehingga sulit untuk saya memahami maknanya. Tetapi seiring berjalannya waktu, manusia pasti dapat memahaminya.

Menikmati terbenamnya matahari di ufuk barat adalah kegiatan yang pasti dapat dilakukan oleh semua manusia, tapi tidak semua dapat memahami yang dimaksud darinya. La Marsa menjadi saksi hidup saya dalam menghilangkan segala kemumetan ujian kampus.

Matahari yang merunduk di ufuk barat, langit yang berwarna-warni, dan aroma udara laut yang segar semua ini adalah bagian dari keindahan yang menggugah jiwa saat menikmati sunset di La Marsa. Namun, di balik keindahan alam yang memukau ini, terdapat aspek yang dapat mengajak kita untuk merenungkan makna kehidupan dan keindahan alam semesta.

Sunset di La Marsa mengajarkan saya bahwa keindahan kadang-kadang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Seperti yang dikatakan Immanuel Kant, “Keindahan adalah apa yang memberi kesenangan tanpa konsep.” Saat matahari terbenam di La Marsa, saya menyaksikan pemandangan yang begitu memikat sehingga sulit untuk dijelaskan secara verbal. Keindahan tersebut memicu perasaan kagum dan kekaguman yang mungkin tidak dapat diungkapkan sepenuhnya dengan kata-kata. Hal ini mengingatkan saya akan keterbatasan bahasa manusia dalam merangkai pengalaman yang begitu mendalam.

Saat matahari merunduk di balik horison, saya juga diingatkan akan kehancuran yang merupakan bagian alamiah dari siklus kehidupan. Setiap matahari terbenam menandai akhir dari satu hari, tetapi juga merupakan awal dari malam yang gelap. Seperti halnya dalam kehidupan, kehancuran sering kali membuka jalan untuk transformasi dan regenerasi baru. saya menjadi saksi akan keterkaitan yang erat antara kehidupan manusia dan alam semesta, di mana semua manusia terikat oleh siklus yang tak terelakkan dari lahir, hidup, dan mati.

Sunset di La Marsa juga mengajarkan saya pentingnya kesadaran akan kehilangan dan pentingnya menikmati kehadiran kini. Saat matahari merunduk, saya diingatkan akan kerapuhan kehidupan dan keberlaluannya. Namun, dalam keindahan yang menggugah jiwa ini, saya juga diajak untuk menikmati momen yang ada di hadapan-saya. Seperti yang diungkapkan oleh Buddha, “Jangan sia-siakan kehidupanmu dengan meratapi masa lalu, menyesali masa depan, atau mengkhawatirkan masa kini.” Sunset di La Marsa mengingatkan saya untuk menghargai setiap momen yang saya miliki dan untuk hidup dengan penuh kesadaran akan keindahan yang ada di sekitar saya.

Dalam keindahan sunset di La Marsa, saya juga dapat melihat contoh harmoni dan keseimbangan yang ada dalam alam semesta. Warna-warni yang memukau dari langit senja menggambarkan perpaduan yang sempurna antara elemen-elemen alam—langit, laut, dan daratan. Seperti halnya dalam kehidupan, keseimbangan dan harmoni adalah kunci untuk mencapai kedamaian dan kebahagiaan. Sunset di La Marsa mengajarkan saya pentingnya mencari keseimbangan dalam kehidupan dan menjaga harmoni dengan alam semesta.

Saat menyaksikan sunset di La Marsa, saya juga diajak untuk merenungkan kerendahan hati dan keterhubungan manusia dengan alam semesta. Terlepas dari segala kebesaran dan keindahan yang saya saksikan, kita diingatkan akan kerendahan hati saya sebagai manusia di hadapan keagungan alam. Manusia adalah bagian dari alam semesta ini, terkait satu sama lain melalui jaringan kehidupan yang kompleks. Sunset di La Marsa mengajarkan saya untuk merangkul kerendahan hati dan mengakui keterhubungan manusia dengan semua makhluk hidup di planet ini.

Menikmati sunset di La Marsa, bukan hanya tentang menikmati keindahan alamnya, tetapi juga tentang merenungkan makna yang lebih dalam tentang kehidupan dan alam semesta. Saat matahari merunduk di ufuk barat, kita diingatkan akan kebesaran alam, kehancuran yang tak terelakkan, dan keindahan yang menggugah jiwa. Sunset di La Marsa adalah pengalaman yang memperkaya pikiran, menginspirasi jiwa, dan mengajarkan kita untuk menghargai setiap momen yang kita miliki di dunia ini.

Pada akhirnya, saya sebagai Gen Z, yang selalu dikaitkan dengan kesehatan mental sangat menyarankan kepada kawan-kawan untuk mencoba terapi alam ini. Bukan hanya menikmati sunset dan berlibur di alam terbuka, tetapi lebih jauh juga bisa dengan membaca buku di taman kota, jalan pagi, bersepeda di sore hari, cara memanjat pohon dan sebagainya.

Intinya, terapi alam kali ini sukses menghilangkan kemumetan dari berbagai ujian kampus yang saya hadapi, bahkan itu juga membuat saya dapat mengembalikan rasa potensi diri dan membangun lagi dengan individu lain (interaksi sosial), sehingga saya merasa dan menikmati hidup.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *