Ole777

OLE777 Login

PPI TUNISIA

Makna Jihad yang Harus Dipahami Santri

Pada tahun 2023, di tahun kedelapan pasca ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 perihal hari santri, Kementrian Agama RI mengusung tema hari santri 2023 “Jihad Santri, Jayakan Negeri”.

Setidaknya ada tiga alasan dalam peresmian hari santri ini. yaitu pertama karena kontribusi ulama dan santri pondok pesantren dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia yang besar.

Alasan kedua adalah hari santri ini dibuat agar para santri dapat mengenang dan mengingat perjuangan para pendahulunya dalam berkontribusi untuk Indonesia, sehingga muncul tekad untuk menghidupkan kembali peran tersebut di masa sekarang dan mendatang.

Alasan ketiga adalah karena tanggal 22 Oktober tersebut merupakan hari dikumandangkannya Resolusi Jihad yang dipelopori Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, sebagai ketetapan yang menggerakkan massa untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tema tahun ini “Jihad Santri, Jayakan Negeri” menarik untuk dikulik, pasalnya mengusung diksi “Jihad”, dan dari empat kata tersebut, hanya kata inilah yang merupakan kata serapan dari bahasa Arab.

Kata “Jihad”, menjadi tema khusus dalam Islam. Dan akan sangat menarik bila digali maknanya dari berbagai sisi. Dan sangat disayangkan, hanya masyhur dimaknai sebagai jihad dalam berperang, padahal kata jihad menjadi sangat hidup dan luwes digunakan pada zaman nabi diberbagai ruang beragam.

Dalam konteks inilah, sebagai pendalaman, kita kutip sabda nabi shalallahu alaihi wasallam kepada para sahabat “Raja’na min jihad al-ashgar ila jihad al-akbar”, (Kita pulang dari jihad kecil menuju jihad besar), sepulang dari perang Badr. Dan Mendengar pernyataan tersebut, para sahabat terkejut, dan bertanya perang apalagi yang lebih dahsyat?. Rasulullah saw menjelaskan, “Perang melawan hawa nafsu”.

Dan dalam riwayat lain, dalam musnad Ibn Hanbal, Rasulullah saw menegaskan “Al-Mujahid man jahada nafsahu” (Mujahid adalah orang yang berjihad terhadap dirinya demi Allah).

Sabda Rasulullah diatas, dapat menjadi titik tolak penting untuk diskusi yang panjang dan direnungi.
Adapun hal penting yang perlu ditekankan adalah bahwa jihad lebih menekankan pada usaha sungguh-sungguh untuk mengendalikan diri, mengendalikan hawa nafsu dalam memperjuangkan sesuatu.

Oleh karena itu, sebetulnya, kata jihad dengan pemaknaan berjuang dalam peperangan, hanyalah partikel kecil dari makna jihad yang holistik. Ketika ditempatkan dalam peperangan, maka benar jika dimaknai sebagai berjuang dalam berperang. Lantas apakah makna inilah yang diinginkan dalam tema hari santri tahun ini?

Dalam hal ini, Gusdur pernah menuliskan dalam bukunya berjudul “Ilusi Negara Tuhan” bahwa, “Secara harfiah jihad bermakna kesungguhan, keseriusan dalam menunaikan suatu kewajiban atau kegiatan. Secara generik kata ini bersifat netral dan baru mempunyai makna konotatif ketika disandingkan dengan aktivitas tertentu. Belajar dengan sungguh-sungguh dipandang sebagai jihad karena kesungguhan dan keseriusan di dalamnya, bukan karena belajarnya. Ketika diucapkan dalam konteks ‘perang’ pun, jihad sebenarnya merujuk pada kesungguhan dan keseriusan di dalamnya, bukan kepada perangnya”

Kesimpulannya, sangat jelas dan gamblang, bukan jihad dalam berperang yang dimaksud dalam tema ini. Terutama jika dibaca secara utuh, bisa dihighlight pada kata “Jayakan Negeri”, kata ini berfungsi sebagai peletakan dimensi apa yang digunakan pada kata sebelumnya. Dalam kata lain, jihad disandingkan dengan tujuan mulia menjayakan negeri.

Maka, makna jihad yang diinginkan adalah sebagaimana disinggung diatas bertumpu pada makna “perjuangan dengan sungguh-sungguh” sebagai santri dalam belajar ataupun dalam aktivitas santri lainnya, sembari memiliki niat teguh untuk mengkontribusikan jihad itu sebagai persiapan dan bekal untuk berkontribusi aktif terhadap kejayaan bangsa Indonesia sebagaimana para pendahulunya. Selamat Hari Santri Nasional 2023. Jihad Santri, Jayakan Negeri.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *