PPI TUNISIA

Damassa, Petik Lautnya Tunisia

Kerkennah, Kepulauan yang terletak di Teluk Gabes, lepas pantai timur Tunisia. Surga yang terlupakan ini hampir tidak tersentuh oleh sejarah. Selama Kekaisaran Romawi, Kerkennah dan penduduk asli terlantar. sementara Kerkennah digunakan sebagai pelabuhan dan titik pengamatan strategis oleh orang Romawi untuk mengawasi aktivitas lepas pantai. Setelah Kekaisaran Romawi runtuh, Kerkennah kembali menjadi milik rakyatnya.

Kepulauan Kerkennah merupakan salah satu wilayah yang perekonomian utamanya bergantung pada aktivitas penangkapan ikan di laut dan dalam kesehariannya, para nelayan banyak menggunakan metode dan teknik penangkapan ikan secara tradisional.

Setiap tahunnya, masyarakat warga Kerkennah mengadakan sebuah acara festival kelautan yang dinamakan “Festival Damassa” Tujuannya adalah untuk mempromosikan metode berburu tradisional. Pelaksanaan Festival ini diadakan di akhir musim panas, dan berlangsung dalam beberapa hari yang meliputi berbagai rangkain acara, mulai dari pembukaan meriah dengan pertunjuk tari jalanan dan nyanyian khas budaya warga setempat yang merupakan salah satu komponen identitas budaya daerah, penayangan Film dokumenter tentang metode Damassa serta berbagai perlombaan dan hiburan lainnya.

Salah satu rangkaian acaranya adalah sebuah perjalanan dimana beberapa partisipan dalam pelayaran berkelompok untuk berlatih Damassa. Mereka ikut serta dalam beberapa perahu yang membawanya dari Kerkennah ke tengah laut lepas. Dalam suasana pelayaran menuju tempat berlatih Damassa salah satu perahu diiringi dengan irama gendang dan seruling, dan lagu-lagu pilihan dari warisan luhur pulau Kerkennah. Semuanya ikut menari dan menyanyi sembari menikmati perjalan laut yang memanjakan keindahan laut Kerkennah.

Teknik penangkapan ikan Damassa secara tradisional ini menggunakan jaring, sesampai di tujuan semua nahkoda memasang jangkar perahu. Kenikmatan mencapai puncaknya ketika setiap orang ikut serta dalam proses pemasangan jaring di laut pada tempat masing-masing dan menebar jaring. Jaring tersebut dilempar secara horizontal untuk mengelilingi gerombolan ikan, Saat ikan dikepung, mereka ditakuti oleh nelayan yang memukul air dengan dayung atau tongkat besar. Dengan menghindari jaring vertikal, ikan melompat keluar dari air untuk melarikan diri dan mendarat di mata jaring yang dipasang secara horizontal. Nelayan kemudian mengambil ikan hidup yang ada di jaring.

Hasil tangkapan ikannya kemudian disatukan di sebuah perahu yang sudah menyediakan alat-alat dapur yang akan mengeksekusi menjadikan sebuah hidangan bagi para partisipan. Dengan demikian, semua pastisipan berkesempatan mencicipi ikan di atas panggangan dan langsung di atas perahu. Sehabis menyantap berbagai hidangan, Kembali iringan musik tradisional dan nyanyian diramaikan oleh semua partispan. Disisi lain ada yang berenang dan ada juga yang berjoget ria. Betapa indahnya perwujudan dari teknik berburu ini, dan betapa menakjubkan dan uniknya metode berburu ini yang hanya ditemukan selama periode musim panas.

Kepulauan ini sangat indah, dengan desa-desa kecil di dekat teluk yang terlindung, dan di mana-mana terdapat pohon palem dan pohon ara. Kepulauan Kerkennah masih luput dari perhatian.

Banyak warga Tunisia yang datang dari daerah lain menghabiskan liburan mereka di Kerkennah, dan banyak warga Tunisia yang kaya sering membangun rumah kedua di pulau tersebut. Wisatawan juga datang dari beberapa negara-negara Eropa. Bagi mereka yang menginginkan sesuatu yang berbeda, jauh dari keramaian, Kepulauan Kerkennah adalah tempat yang sangat indah.

Hampir seperti dunia lain, Kepulauan Kerkennah menawarkan keindahan alam yang menenangkan, pantai-pantai yang menggoda, dan desa-desa kuno yang tidak akan pernah ingin ditinggalkan oleh para pelancong liburan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *