Ole777

OLE777 Login

PPI TUNISIA

Pendeta Muslim Tunisia

Islam merupakan agama dengan jumlah penganut terbesar kedua di dunia setelah agama kristen. Jumlahnya mencapai 27% dari total populasi dunia atau mencapai angka 1,91 miliar penganut dari seluruh belahan dunia, merujuk pada data yang disampaikan oleh CNN Indonesia, November 2022 lalu. Bahkan menurut hasil perdata, jumlah tersebut akan semakin bertambah pada tahun 2023 ini, menjadi 2,18 miliar penganut.

Jumlah yang fantastis ini tentunya tidak terlepas dari hasil jerih payah para ulama dan pejuang Islam terdahulu. Sebagaimana yang kita ketahui, Islam pernah mencapai masa keemasannya, ditunjukkan dengan luas wilayah kekuasaannya yang pernah terbentang memanjang dari kepulauan di Nusantara hingga Andalusia di ujung barat atau yang sekarang kita kenal dengan Spanyol.

Para ulama dan pejuang Islam tersebut, menduduki perannya masing-masing sesuai dengan keahlian mereka. Di antara mereka ada yang menggulati bidang keilmuan sains, matematika, filsuf, ahli fiqih, ahli hadist, ahli perbandingan agama dan tentunya para qura’. Masing-masing dari mereka memainkan peran yang sangat penting dalam membangun sebuah peradaban besar, dimana agama dan nilai tauhid yang senantiasa tertancap mendalam pada sanubari mereka, berjalan harmonis beriringan dengan kemajuan pemikiran berkelanjutan, demi kemaslahatan umat Islam secara keseluruhan.

Sebab itu, agama Islam menjadi sebuah agama yang sangat populer. Terkenal dengan para ilmuwannya yang sangat kompeten, dan tersohor karena keimanan mereka yang sangat besar akan pertolongan Allah. Nilai-nilai yang mencolok dari agama ini, membuat beberapa penganut agama Nasrani penasaran akan kunci dari keberhasilan umat Islam. Bahkan di antara mereka ada yang akhirnya masuk ke dalam Islam setelah mengetahui kebenaran yang selama ini tertutup dari indra dan hati mereka. Sebut saja diantaranya, Syaikh Abdullah at-Turjuman.

Syaikh Abdullah At Turjuman Al-Andalusiy At-Tunisiy, adalah seorang ulama Al-Gharb Al-Islamiy. Beliau lahir di kota Mallorca, Andalusia. Tak diketahui secara pasti tahun kelahiran beliau, namun ada sumber yang mengatakan bahwa beliau lahir antara tahun 758 H atau 759 H. Nama kecil beliau adalah Anselm Turmeda. Dahulu, ia seorang pemeluk agama Nasrani, sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam agama Islam dan menjadi satu di antara mantan pendeta Nasrani yang mengumumkan akan kerusakan dan kekeliruan agama tersebut Nasrani.

Anselm Turmeda merupakan penganut agama Nasrani yang sangat taat pada agamanya. Ayahnya merupakan seorang pembesar agama yang sangat disegani masyarakat setempat. Tentunya hal tersebut diturunkan pada anaknya, Turmeda dibuktikan dengan disekolahkannya ia pada seorang pendeta di umurnya yang ke enam tahun, hingga ia mampu menghafal separuh dari Injil kurang dari 2 tahun. Tak sampai di situ, Turmeda juga mempelajari bahasa Injil dan juga ilmu mantiq selama 6 tahun lamanya.

Tak berhenti di situ, karena faktor keluarga yang sangat mendukungnya untuk terus memperdalam ilmu agama, demi memperdalam keilmuannya, Anselm Turmeda bahkan sampai bertolak dari satu kota ke kota lainnya. Hingga akhirnya ia menetap di sebuah kota bernama Pamplona, di Spanyol dan bertemu dengan salah seorang pendeta besar di sana bernama, Noklad Martell. Pembelajarannya bersama pendeta besar ini, berlangsung selama 10 tahun lamanya. Hingga pada akhirnya terkuak semua kebenaran yang selama ini ditutup-tutupi oleh para pembesar agama Nasrani.

Setelah bertahun-tahun lamanya mendalami bidang-bidang keilmuan yang berkaitan dengan agama Nasrani, Anselm Turmeda menemukan sebuah nama yang asing di dalam Injil, yang disebutkan oleh Isa alaihissalam akan kenabian orang tersebut setelahnya. Paraclete atau Paracletos itulah nama orang tersebut. Nama itu berarti yang terpuji dalam bahasa Yunani, senada dengan makna kata, Muhammad dalam bahasa Arab. Hal tersebut lantas membuat Turmeda semakin penasaran, dan akhirnya mendorong dirinya untuk menemui gurunya, Noklad Martell dan bertanya akan hakikat sebenarnya dari orang tersebut.

Anselm Turmeda kemudian bertanya pada gurunya tersebut tentang siapa Paraclete sebenarnya. Gurunya pun menjawab bahwa yang mengetahui hakikat dari nama ini hanyalah orang-orang yang memiliki dasar ilmu pengetahuan yang baik. Lantas Turmeda mengutarakan bahwa, perjalanannya yang jauh hingga sampai ke kota ini tidak lain hanya untuk mencari ilmu dan kebenaran. Turmeda juga menyatakan bahwa Noklad adalah orang yang luas pengetahuan. Setelah mendengarkan ungkapan tersebut, Noklad pun akhirnya menangis dan memberitahukan hakikat sesungguhnya dari nama tersebut.

Noklad Martell, pendeta yang besar nama dan kedudukannya itu, akhirnya mengungkapkan kebenaran akan hakikat nama tersebut. Ia menyebutkan, bahwa Paracletes adalah nama seorang Nabi dari kaum Muslimin dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadanya kitab samawi yang keempat (yaitu Al Quran). Maka terungkaplah kebenaran bagi Anselm Turmeda, yang selama ini disembunyikan oleh para pembesar Nasrani. Hal ini senada dengan firman Allaah ta‘ala :

 الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّ فَرِيقًا مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Orang-orang yang telah Kami beri Kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sesungguhnya sebagian dari mereka pasti menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui(nya).” [Q.S. Albaqarah : 146]

Setelah mengetahui kebenaran itu, Anselm Turmeda akhirnya memutuskan untuk kembali ke Mallorca, dan menetap di sana selama enam bulan lamanya. Setelah itu ia memutuskan untuk bertolak ke Sisilia, sebelum akhirnya sampai di Tunisia dan tinggal di sana sampai akhir hayatnya. Saat sampai di Tunisia, ia tinggal bersama orang-orang Nasrani di sana selama empat bulan lamanya, sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam agama Islam.

Setelah masuk Islam, Anselm Turmeda mengganti namanya dengan Abdullah, dan dikenal dengan Abdullah At Turjuman. At Turjuman memiliki arti, Sang penerjemah. Hal tersebut dinisbatkan padanya karena ia menjabat sebagai penerjemah kesultanan yang berkuasa di Tunisia pada masa itu. Sang Sultan mengetahui bahwa Turmeda merupakan seorang pendeta besar yang sangat berpengaruh di masa lampau. Oleh karena itu, ia mengamanahkan pada Turmeda beberapa posisi dalam kesultanan, diantaranya menjadi penerjemah kesultanan dan bagian penanggung jawab pengawas kelautan.

Semasa hidupnya pasca menjadi muslim, Abdullah At Turjuman merupakan orang yang gigih dalam menyebarkan agama Islam setelah sebelumnya ia merupakan pemuka agama Nasrani. Hal tersebut dapat dilihat dari kerja kerasnya dan kegigihannya dalam menjabarkan kekeliruan dan kesesatan agama Nasrani. Ia juga memaparkan ketidak absahan ketuhanan Yesus, serta kebatilan paham trinitas yang selama ini mereka sebar luaskan. Semua itu tertuang dan dijabarkan secara merinci olehnya di dalam bukunya yang berjudul تحفة الأريب في الرد على أهل الصليب (Tuhfatul Ariib fir Raddi ala ahlis Shaliib) dengan berlandaskan pada dalil-dalil serta bukti-bukti faktual yang diambil dari 4 Injil landasan umat Nasrani, dan juga Taurat umat Yahudi.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian, dan juga bagi pribadi penulis. Jika pembaca penasaran akan fakta sebenarnya mengenai ketidak absahan 4 Injil Nasrani dan kesesatan faham trinitas berdasarkan Injil dan Taurat, silahkan baca buku beliau yang berujudul تحفة الأريب في الرد على أهل الصليب. Sekian dari kami, jazaakumullaahu khairan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *